Maksimalkan Potensi Panas Bumi, PGEO Sabet Penghargaan Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Media ekonomi terbesar dan terintegrasi CNBC Indonesia menggelar CNBC Indonesia Awards 2023 dengan mengusung tema ‘Maintaining Optimism Amid Uncertainty’. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada berbagai sektor usaha dan industri yang memiliki andil dalam membawa dampak positif terhadap kemajuan ekonomi tanah air.

Untuk kategori Best Value Creation in Geothermal Business Performance, CNBC Indonesia Awards 2023 diberikan kepada PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada PGEO yang semakin berkomitmen menciptakan nilai bisnis berkelanjutan (value creation) guna memaksimalkan potensi panas bumi Tanah Air sebagai kontribusi nyata dalam mencapai Net Zero Emission pada 2060.

“Puji syukur Allah SWT, PGEO bisa dapat award, ini sagat penting karena kami baru IPO. Terima kasih CNBC, terima kasih bu Nicke. Insya Allah selalu menjaga performa,” Kata Direktur Utama PGEO, Julfi Hadi dalam CNBC Indonesia Awards 2023, Rabu (13/12/2023).

Emiten pengembang energi panas bumi, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) senantiasa menjalankan misi untuk menciptakan nilai (value creation) yang memaksimalkan potensi panas bumi Tanah Air guna mendukung dekarbonisasi nasional dan global. Langkah ini dilakukan melalui drilling enhancement, well enhancement, meningkatkan skala operasi untuk mengoptimalkan inter-konektivitas, penggunaan teknologi terkini, serta membawa dan menginvestasikan rantai pasokan dan teknologi panas bumi di Indonesia.

Secara lebih rinci, dalam penciptaan nilai perusahaan mengupayakan dalam tiga strategi yakni mengoptimalkan inter-konektivitas aset yang dimiliki saat ini dengan lebih efektif dan efisien, kemudian melakukan utilisasi dengan teknologi terkini seperti co-generation dan pengembangan greenfield baru, serta memaksimal sumber pendapatan baru dengan transisi bisnis melalui pengembangan produk turunan.

Strategi pertama yang diupayakan perusahaan adalah mengelola basis pendapatan melalui pemeliharaan aset dan reservoir panas bumi yang dimiliki saat ini dengan efektif dan efisien. Sebagaimana diketahui, PGEO merupakan pelopor geothermal Tanah Air sejak 1974 dan saat ini telah menjadi pemain terbesar di industri secara nasional dengan 13 wilayah kerja panas bumi (WKP) dan total kapasitas terpasang sebesar 1877 Mega Watt (MW) yang dioperasikan sendiri.

Pengelolaan wilayah kerja panas bumi tersebut telah berhasil memasok listrik ke lebih dari 2 juta rumah di Indonesia dengan potensi pengurangan emisi mencapai 9,7 juta tCO2 per tahun.

Beralih ke strategi kedua, PGEO memiliki inisiatif dengan melakukan utilisasi dengan teknologi terkini seperti co-generation dan pengembangan greenfield untuk melakukan ekspansi wilayah kerja ke kancah global yang dimulai dari Kenya untuk mencapai misinya menjadi world class geothermal champion.

Teknologi Co-generation ini menggunakan teknologi binary untuk membangkitkan listrik tambahan dengan pemanfaatan brine geothermal, bottoming unit, serta sumur bertekanan rendah.

Pemahaman mekanisme pada teknologi co-generation bisa mendapatkan listrik tambahan adalah melalui pemanfaatan air panas sisa pengeboran. Air panas tersebut yang sebelumnya merupakan sisa atau limbah dimanfaatkan kembali dengan cara dimasukan lagi ke bumi untuk diubah menjadi listrik.

Kemudian, terkait pengembangan greenfield, perusahaan juga telah melakukan ekspansi wilayah kerja ke kancah global yang dimulai dari Kenya. Sebelumnya, PGEO telah menandatangani non-disclosure agreement (NDA) dengan Geothermal Development Company (GDC) untuk mempelajari lebih lanjut kemungkinan kerja sama dalam pengembangan potensi panas bumi di Kenya dan Indonesia.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) G2G yang sudah disepakati oleh Indonesia dan Kenya pada kunjungan ke Kenya Agustus 2023 lalu.

Untuk strategi terakhir perusahaan adalah memaksimalkan sumber pendapatan baru dengan pengembangan produk turunan. Beberapa produk turunan di antaranya, berupa pemanfaatan panas bumi secara langsung (direct use), ekstraksi silika, green metanol, dan pengembangan Sumatera-hub, sebagai upaya mengefisiensi pengembangan bisnis Perseroan ke depan.

Produk turunan lainnya yang dijalankan perusahaan diantaranya green hydrogen yang saat ini sedang dilakukan pilot project di Ulubelu dan Lahendong, pariwisata panas bumi di Lao Lao, dan geo-agribisnis.

Dengan berbagai strategi tersebut, perusahaan optimis bisa mencapai kapasitas terpasang 1 Giga Watt (GW) dalam dua tahun mendatang. PGEO juga telah mempersiapkan tambahan kapasitas terpasang PLTP menjadi 1 GW dari 672 Mega Watt (MW). https://cerahkanla.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*